SOK PREMAN, NYALI CIUT SAAT DITANGKAP POLISI

Kejadian premanisme yang menggemparkan masyarakat terjadi di Desa Bencorejo, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.

Saat seorang pria berinisial “S alias G” (31), atau lebih dikenal dengan nama Suparman alias Gabul, melakukan intimidasi terhadap pemilik warung kelontong setempat, Sarip (39 tahun).

Kapolres Purworejo AKBP Edy Bagus Sumantri, S.I.K. saat konferensi pers pada Jum’at (18/10/2024) pagi menjelaskan bahwa insiden tersebut berlangsung pada Sabtu (7/09/2024) di depan toko milik korban Sarip.

Ketika itu tersangka mendatangi korban dengan emosi membara.
Tersangka merasa tidak terima karena masih dianggap memiliki utang sebesar Rp200.000 oleh korban.

“Tersangka melontarkan kata-kata kasar yang merendahkan.
Korban yang berusaha menjelaskan bahwa utang tersebut masih tercatat di pembukuannya, malah menjadi sasaran ancaman tersangka” jelas Kapolres Purworejo.

Dalam situasi yang semakin tegang, Tersangka mengeluarkan belati sepanjang 30 cm dan menempelkan senjata tajam tersebut ke perut Sarip sambil mengancam, “Kowe arep pengen mati po, ngko tak pistol, aku duwe pistol.”
Ancaman tersebut membuat korban terpaksa menahan diri demi keselamatannya.

Petugas kepolisian bertindak cepat, dan pada Kamis 26 September 2024, tersangka berhasil ditangkap di wilayah Kecamatan Banyuurip.

Dari hasil penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk belati, linggis, dan rekaman video kejadian yang ada dalam sebuah flashdisk.

Tersangka kini menghadapi sangkaan serius di bawah Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan atau Pasal 351 ayat (1) KUHP, yang mengancamnya dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

“Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya melaporkan segala tindakan premanisme demi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
Masyarakat diharapkan berperan aktif dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi semua” pungkas Kapolres Purworejo.

(Sf. Anwar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *